Surety Bond

Surety Bond adalah perjanjian tertulis sebagai perjanjian tambahan antara Surety Company dan Principal untuk menutupi kepentingan Obligee. Jika Prinsipal gagal melaksanakan kewajibannya berdasarkan kontrak yang berlaku, Surety akan memberikan kompensasi kepada Obligee dengan nilai pertanggungan maksimum.

Pihak-pihak yang terlibat dan hubungannya dalam Suretyship dijelaskan sebagai berikut:

Prinsipal, pelaksana pekerjaan yang mendapat pekerjaan dari pemilik pekerjaan (Obligee) dan memerlukan jaminan dari penjamin (Surety)

  • Dalam Obligasi Kontrak Konstruksi, Principal adalah pembangun bangunan
  • Dalam Supply Contract Bond, Principal adalah pemasok barang
  • Dalam Custom Bond, Principal adalah importir yang dikenai kewajiban membayar Bea Masuk

Obligee, adalah pemilik ciptaan yang menyerahkan pelaksanaan pekerjaan kepada Prinsipal yang memerlukan jaminan dari pihak ketiga (Surety Company). Obligee dapat berupa perorangan, perusahaan, instansi pemerintah atau lembaga lainnya.

Surety, adalah perusahaan asuransi kerugian yang menerbitkan jaminan (Surety Bonds) atas permintaan Principal untuk menjaminkan pembayaran kepada Obligee apabila Principal tidak dapat menyelesaikan kontrak antara Principal dan Obligee.

Type of Surety Bond

Menjamin obligee jika prinsipal yang telah dinyatakan sebagai pemenang tender tidak bersedia menandatangani kontrak atau tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan dalam jangka waktu yang ditentukan oleh obligee.

Nilai Penawaran Obligasi : 1% - 3% dari Nilai Tender

Menjamin obligee jika prinsipal yang telah menandatangani kontrak pelaksanaan pekerjaan mengundurkan diri atau mengakhiri kontrak secara sepihak atau bersama-sama dari kedua belah pihak, yaitu antara obligee dan prinsipal.

Nilai Performance Bond : 5% - 10% dari Nilai Kontrak

Menjamin obligee jika prinsipal tidak dapat mengembalikan atau menghitung uang muka yang diterima di awal kontrak kepada obligee sampai proyek selesai.

Uang muka Nilai Obligasi: maksimum 30% dari Nilai Proyek

Menjamin Obligee jika prinsipal tidak melaksanakan kewajibannya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.

Nilai Obligasi Pemeliharaan: maksimum 5% dari Nilai Proyek

Minimum data yang dibutuhkan

  1. Mengisi Surat Permohonan Penerbitan Jaminan (SPPJ)
  2. Akta Perusahaan & Akta Perubahan
  3. Profil Perusahaan beserta Izin Usaha
  4. Laporan Keuangan Audited 3 (tiga) tahun terakhir
  5. Rekening Koran yang aktif (rekening giro yang digunakan untuk transaksi proyek) selama 3 (tiga) bulan terakhir
  6. Fotokopi Undangan Tender (bagi pemohon Jaminan Tender)
  7. Fotokopi surat penunjukan Pemenang Lelang dan Surat Perintah Kerja atau Surat Kontrak (bagi pemohon Jaminan Pelaksanaan)
  8. Fotokopi Surat Perjanjian Kontraktor (bagi pemohon Jaminan Uang Muka)
  9. Fotokopi Berita Serah Terima Pekerjaan 1 (bagi pelamar Jaminan Pemeliharaan
  10. Perjanjian Ganti Rugi yang telah ditandatangani dan disahkan di hadapan Notaris
  11. Riwayat Kerugian

Tata cara klaim

  1. Penerima Obligasi mengajukan klaim kepada Surety Company.
  2. Lampirkan dokumen berikut:
    1. Sertifikat Surety Bond Asli
    2. Surat peringatan dari Oblegee kepada Principal
    3. Pemutusan hubungan kerja dari Oblegee.
  3. Surety Company menghubungi Prinsipal, mengecek kebenaran, dan kemampuan bertanggung jawab.
  4. Surety Company menghubungi Oblegee dan bila perlu secara bersamaan mengadakan rapat segitiga untuk membahas besarnya kerugian yang dialami Oblegee dan perhitungan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Principal.
  5. Pembayaran ganti rugi dari Surety Company kepada Oblegee.

Pemulihan dari Prinsipal ke Surety Company